• Home
  • /
  • News
  • /
  • Lahan Sempit, Taman Vertikal Solusinya
Lahan Sempit, Taman Vertikal Solusinya

Lahan Sempit, Taman Vertikal Solusinya

Isu global warming yang semkin meresahkan kehidupan manusia dan sosialisasi go green yang mulai diterapkan menuntut semua rumah memiliki taman.  Taman yang kecil di sekitar rumah diharapkan dapat mengurangi pelepasan gas karbondioksida ke udara.  Namun, taman yang kecil jika tidak diatur secara tepat, kesan keindahannya kurang bisa terlihat.  Bila Anda ingin menghadirkan taman dilokasi yang sempit pada area rumah,  ada solusinya dengan membuat taman vertikal.  Taman vertikal pada dasarnya sama dengan taman yang berada dihalaman rumah.  Bedanya taman vertikal posisinya dibuat vertikal atau berdiri.  Biasanya diletakkan pada dinding rumah atau pagar.

Seiring dengan perkembangan tehnologi dan kebutuhan akan penghijauan, pemandangan alami pada dinding rumah atau pagar dapat dihadrikan di sekitar rumah.  Taman vertikal tidak hanya memberikan kesan asri dan sejuk dari tanaman pilihan, namun juga dapat menampilkan nilai estetika dari sebuah dinding yang kosong.  Taman vertikal ini dapat diaplikasikan pada ruang luar (eksterior) maupun ruang dalam (interior) tergantung selera dan kebutuhan si penghuni rumah.  Jika ingin ditempatkan di luar rumah ada dua pilihan yang bisa dijadikan sebagai lahan untuk taman vertikal, yakni dinding ataupun atap rumah.  Sedangkan peletakan di dalam rumah, hanya bisa di letakkan pada dinding rumah.

Untuk menghadirkan taman vertikal ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, antara lain rak yangterbuat dari bahan logam untuk menyangga pot tanaman supaya lebih kuat dan tahan lama.  Tetapi bisa juga memakai rak berbahan kayu.  Pastikan rak ini berongga agar air yang disemprotkan ke dalam pot tanaman tidak memenuhirak.  Papan penyangga menggunakan lembaran papan berbahan PVC.  Bahan tersebut diyakini dapat dilubangi kawat untuk menjaga kerapian pot.  Gunakan pot yang dapat menjadi media tanam dengan metode hidroponik, yakni pot yang dapat diisi sekam bakar, cocopeat, dan rumput laut.  Ketiganya berfungsi untuk menyimpan cadangan air di media tanam.  Untuk itu Anda bisa mengguankan pot dari bahan planel, modul plastik berlubang-lubang, batu bata atau pralon yang dilubangi dulu, masukkan media tanam ke dalam pralon, lalu tanam tanaman.  Untuk memasang pralon, sangkutkan dengan paku pada dinding.

Menempatkan tanaman agar bisa tumbuh di dinding perlu sedikit trik, mengingat jauh lebih sulit menanam dalam kondisi vertikal dibandingkan posisi biasa.  Jadi diperlukan wadah atau modul yang tepat agar tanaman tetap tumbuh dan tak cepat mati.  Dengan tanaman yang sudah tumbuh ada beberapa manfaat yang dapat dinikmati dari taman vertikal, yaitu :

  • Menambah keindahan alami lingkungan
  • Menciptakan taman cantik di lahan terbatas
  • Menahan panas dari luar
  • Mengurangi tingkat kebisingan suara
  • Mengurangi polusi udara
  • Menangkap partikel-partikel kotoran
  • Mengurangi efek tampias hujan
  • Meningkatkan suplai oksigen

Membuat taman vertikal yang stabil dan tak mudah roboh membutuhkan waktu 3-3,5 bulan, tergantung jenis tanamannya.  Semua jenis tanaman yang besifat tahunan bis dipakai untuk tanaman vertikal.  Bila memilih tanaman penutup tanah seperti krokot atau lantana, akan lebih mudah tumbuh.  Perawatan taman ini mudah yaitu  dengn melakukan penyiraman sehari sekali.  Bila lupa menyiram tanaman vertikal, media tanam rumput laut bis mengeluarkan cadangan air sebagai nutrisi sehingga kondisi tanaman tetap segar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top